PENGUATAN KAPASITAS MANAJEMEN AGRIBISNIS DAN STRATEGI PEMASARAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA HORTIKULTURA
Abstract
Sektor hortikultura merupakan salah satu subsektor pertanian yang memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan pangan, peningkatan pendapatan petani, dan pembangunan ekonomi daerah. Meskipun demikian, daya saing usaha hortikultura masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan rendahnya kapasitas manajemen agribisnis dan terbatasnya strategi pemasaran yang diterapkan oleh petani. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran kapasitas manajemen agribisnis dan strategi pemasaran dalam meningkatkan daya saing usaha hortikultura melalui pendekatan narrative literature review. Literatur dikumpulkan dari artikel ilmiah nasional dan internasional, buku akademik, serta publikasi lembaga resmi yang relevan dengan topik agribisnis, pemasaran, dan pengembangan usaha pertanian. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas manajemen agribisnis berkontribusi terhadap efisiensi pengelolaan usaha, pengambilan keputusan yang lebih rasional, serta peningkatan produktivitas. Di sisi lain, penerapan strategi pemasaran yang adaptif, termasuk pemanfaatan teknologi digital, branding produk, dan penguatan akses pasar, mampu meningkatkan nilai tambah serta memperkuat posisi tawar petani. Sinergi antara kedua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun usaha hortikultura yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu beradaptasi terhadap dinamika pasar. Oleh karena itu, penguatan kapasitas petani melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, dan dukungan kelembagaan perlu menjadi prioritas dalam pembangunan agribisnis di Indonesia.
References
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik hortikultura Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik.
Downey, W. D., & Erickson, S. P. (2019). Agribusiness management (2nd ed.). McGraw-Hill.
Food and Agriculture Organization. (2022). The state of food and agriculture 2022: Leveraging automation in agriculture for transforming agrifood systems. FAO.
Food and Agriculture Organization. (2023). FAOSTAT statistical database. FAO.
Gálvez-Nogales, E. (2019). Agri-food value chain development. Food and Agriculture Organization.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Rencana strategis Kementerian Pertanian Tahun 2020–2024 (Pembaruan 2023). Kementerian Pertanian RI.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th Global ed.). Pearson.
OECD. (2023). OECD digital economy outlook 2023. OECD Publishing.
OECD & FAO. (2024). OECD–FAO agricultural outlook 2024–2033. OECD Publishing & FAO.
Porter, M. E. (1985). Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance. Free Press.
Porter, M. E. (1990). The competitive advantage of nations. Free Press.
Robbins, S. P., & Coulter, M. (2021). Management (15th ed.). Pearson.
Saptana, S., Ashari, A., & Friyatno, S. (2021). Penguatan kelembagaan dan daya saing agribisnis hortikultura di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 39(2), 85–100.
Soekartawi. (2016). Agribisnis: Teori dan aplikasinya. Rajawali Pers.
Sudaryanto, T., & Rusastra, I. W. (2021). Agricultural competitiveness and agribusiness development in Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian, 19(1), 1–18.
Suryana, A. (2022). Transformasi sistem agribisnis menuju pertanian berkelanjutan di Indonesia. Analisis Kebijakan Pertanian, 20(2), 95–110.
United Nations. (2023). The Sustainable Development Goals Report 2023. United Nations.
World Bank. (2022). Food security update. World Bank.
World Bank. (2024). Agriculture and food. World Bank.
Yusuf, R., & Hidayat, A. (2022). Digital marketing adoption among smallholder farmers in developing countries: A literature review. Journal of Agribusiness and Rural Development, 64(2), 145–158.
Zylbersztajn, D. (2018). Agribusiness systems analysis. Springer.
Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions.
In most cases, appropriate attribution can be provided by simply citing the original article, for example:
Sakdiyah, H. (2017). ANALISIS PENERAPAN ENVIROMENTAL MANAGEMENT ACCOUNTING (EMA) PADA RSUD DR.H.SLAMET MARTODJIRJO PAMEKASAN. PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi, 7(1), 1-18. doi:https://doi.org/10.24929/feb.v7i1.343

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











4.png)



.png)
