“PEMBERDAYAAN PRODUK LOKAL MELALUI PENDEKATAN OVOP (ONE VILLAGE, ONE PRODUCT) DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING SEKTOR USAHA KECIL MENENGAH ( STUDY KASUS PADA USAHA KECIL MENENGAH BATIK TULIS DESA KLAMPAR KEC.PROPPO PAMEKASAN)”
Abstract
Pendekatan OVOP ini adalah suatu gerakan masyarakat yang secara integratif berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi dan kekayaan daerah, meningkatkan pendapatan para pelaku usaha dan masyarakat sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap kemampuan yang dimiliki masyarakat dan daerahnya. Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi tentang pemberdayaan produk lokal batik tulis desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan dengan pendekatan OVOP . Disamping itu nantinya penelitian ini berguna sebagai acuan pengembangan usaha antar daerah dalam program-program pemerataan pendapatan masyarakat.
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan mengekplorasi data baik data primer maupun data sekunder. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara langsung dengan pelaku usaha batik tulis desa Klampar Kecamatan Proppo Pamekasan mengenai produk dari sumber dasar materiil sampai dengan pemasaran merujuk pada buku petunjuk teknis penilaian, klasifikasi dan pembinaan produk OVOPDirektorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian 2012.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Pendekatan OVOP belum mencapai seratus persen berhasil dilakukan karena dari kriteria penilaian belum terpenuhi, produksi batik tulis Desa Klampar Kecamatan Proppo Pamekasan menunjukkan desain-desain batik tulis Madura, sebagian masih menggunakan pola lama seperti carsena, sisik malaya dan sebagainya dan tetap patuh kepada aturan atau pakem walaupun sebagian besar mulai mengembangkan motif gambar dengan kreasi-kreasi baru, sejalan dengan permintaan pasar yang dinamis, upaya pengembangan produk OVOP belum dilakukan secara maksimal seperti pelatihan, pendampingan oleh tenaga ahli, promosi dan pameran, fasilitas HKI dan sebagainya dan Lemahnya kinerja pemasaran diakibatkan karena belum maksimalnya para pengrajin batik dalam menciptakan nilai pelanggan.
Kata Kunci : Batik Tulis, One Village One Product (OVOP)
References
Buchari, Alma. 2009. Kewirausahaan. Bandung, Alfabeta.
David Sukardi Kodrat. 2009. Manajemen Strategi Membangun Keunggulan Bersaing Era Global di Indonesia Berbasis Kewirausahaan, Yogyakarta, Graha Ilmu
Fitri Adona, 2001. Perbandingan Peran Agen Pembaru Ovop Produk Unggulan Jenis Buah Segar (Studi Kasus Difusi Inovasi Di Sumatera Barat) Padang Jumal R & B. Volume 1 Nomor 2. September.
Irawan, Andi. 2007. Kewirausahaan UKM Pemikiran dan Pengalaman. Yogyakarta.Graha Ilmu.
Justin G Longenecker, Carlos W. Moore, J. William Petty. 2001 Kewirausahaan, Manajemen Usaha Kecil . Jakarta, Salemba Empat
Meirina Triharini, Dwinita Larasati & R. Susanto, Pendekatan One Village One Product (OVOP) Untuk Mengembangkan Potensi Kerajinan Daerah Studi Kasus: Kerajinan Gerabah Di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Bandung, ITB J. Vis. Art & Des, Vol. 6, No. 1, 2012,
Nuraini Asriati. 2015. Pengembangan Kawasan Terpadu Mandiri dengan Pendekatan OVOP Daerah Transmigrasi Rasau Jaya. Prosiding Seminar Nasional 09 Mei 2015.
Purwanto Djoko, 2006 . Komunikasi Bisnis,Jakarta, Erlangga,
Rusnandari Retno Cahyani. 2012.Pendekatan One Village One Product (Ovop) Untuk Meningkatkan Kreativitas UMKM Dan Kesejahteraan Masyarakat ( Ilmu Komunikasi & Manajemen Universitas Sahid Surakarta)
Sahat M.Pasaribu, 2011. Pengembangan Agro Industri Pedesaan dengan Pendekatan One Village One Product (OVOP). Forum Penelitian Agro Ekonomi Volume 29 No.1, Juli 2011 : 1 -11
Sugiharto, Y.& Rizal, S. 2008. Gerakan OVOP sebagai Upaya Peningkatan Pembangunan Daerah, Jakarta: Benchmark
Sri Handayani. 2014. Strategi OVOP ( One Village, One Product) Dalam Meningkatkan Keunggulan Bersaing Sektor Usaha UMKM ( Study kasus pada Produk Krepek Tete Taroan Pamekasan). Pamekasan. LPPM- STAIN Pamekasan
Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions.
In most cases, appropriate attribution can be provided by simply citing the original article, for example:
Sakdiyah, H. (2017). ANALISIS PENERAPAN ENVIROMENTAL MANAGEMENT ACCOUNTING (EMA) PADA RSUD DR.H.SLAMET MARTODJIRJO PAMEKASAN. PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi, 7(1), 1-18. doi:https://doi.org/10.24929/feb.v7i1.343

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











4.png)



.png)
