PERBANDINGAN KONTRUKSI ATAP KAYU DENGAN ATAP BETON DITINJAU DARI SEGI BIAYA

  • Darma Jasuli Dosen Tetap Fakultas Teknik Universitas Wiraraja Sumenep

Abstract

Bahan yang banyak dipergunakan pada konstruksi atap khususnya bagunan rumah tingggal berasal dari material alam yaitu kayu dan hanya sebagian kecil yang menggunakan bahan yang berasal dari material industri. Kayu  yang digunakan merupakan nilai manfaat ekonomi dari hutan yang ada di Indonesia, sedangkan nilai manfaat dari hutan yang lain yaitu nilai sosial dan nilai perlindungan ekosistem. Bertambahnya jumlah penduduk, maka akan mengakibatkan meningkatnya jumlah permintaan kayu sebagai bahan konstruksi atap dan mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian. Perlu dilakukan alternatif penggunaan bahan konstruksi atap pada rumah tinggal yang tidak menimbulkan berkurangnya lahan pertanian dan kerusakan hutan, sehingga dalam penelitian ini akan dilakukan penelitian perbandingan konstruksi atap kayu dengan atap beton ditinjau dari segi biaya. Penelitian ini dilakukan pada rumah tinggal tipe 36 yang nantinya akan dilakukan perhitungan terkait volume bahan dan tenaga kerja serta biaya keseluruhan konstruksi atap kayu dan atap beton. Harga bahan dan tenaga kerja yang dipakai berdasarkan daftar analisa biaya konstruksi dan daftar harga bahan dan upah yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah kabupaten Sumenep tahun 2013. Analisis data dalam penelitian menggunakan metode diskriptif. Hasil dari penelitian ini didapatkan biaya keseluruhan konstruksi atap kayu sebesar Rp. 37,100,989.64 sedangkan biaya keseluruhan atap beton sebesar Rp. 40,871,698.33. Selisih biaya konstruksi atap kayu dengan atap beton yaitu ditinjau dari keseluruhan biaya konstruksi sebesar Rp. 3,770,708.69, artinya biaya konstruksi atap kayu lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya konstruksi atap beton. Kenaikan biaya kontruksi atap kayu ke konstruksi atap beton jika diprosentasekan sebesar 10,16 % dari biaya kostruksi atap kayu.

Kata kunci        :  konstruksi atap, kayu, beton.

Author Biography

Darma Jasuli, Dosen Tetap Fakultas Teknik Universitas Wiraraja Sumenep
Program Studi Teknik Sipil
Fakultas Teknik
Universitas Wiraraja Sumenep

References

Genteng Karang Pilang, 2011. Jenis Materisl Rangka Atap. http://karangpilanggading.blogspot.com/2011/04/jenis-material-rangka-atap.html. (diakses 11 Juni 2013).
Kompasiana, 2012. Indonesia Kehilangan Hutan 6850 km2 per Tahun (2005-2010). http://green.kompasiana.com/penghijauan/2012/10/25/indonesia-kehilangan-hutan-6850-km2-per-tahun-2005-2010-498462.html. (diakses 11 Juni 2013).
Republika, 2012. Krisis Lahan Pertanian. http://www.berdikarionline.com/editorial/20130226/krisis-lahan-pertanian.html . (diakses 11 Juni 2013).
Soeharto, Iman. 1997. Manajemen Proyek : dari Konseptual sampai Operasional Jilid 1-2. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Sugiyono. 2012. Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Puspantoro, Benny. 1988. Konstruksi Bangunan Gedung Bertingkat Rendah (Low Rise Building). Yogyakarta : Penerbit Universitas Atma Jaya.
Published
2014-10-01
Abstract viewed = 1093 times
PDF downloaded = 620 times