PRODUK UNGGULAN BERNILAI EKONOMIS BERBAHAN DASAR SAMPAH NON ORGANIK DALAM MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN DESA KARANGANYAR KABUPATEN SUMENEP

  • Dwi Deshariyanto Dosen Program Studi Teknik Sipil, Universitas Wiraraja
  • Anita Intan Nura Diana Dosen Program Studi Teknik Sipil,Universitas Wiarraja
  • Aryo Wibisono Dosen Program Studi Ekonomi dan Bisnisl,Universitas Wiarraja
Keywords: Sampah plastik, Kerusakan Lingkungan, Desa Karanganyar

Abstract

Dalam rangka mengemplementasikan pengurangan sampah plastik, Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam hal ini adalah Badan Lingkungan Hidup (BLH) mencanangkan untuk memberlakukan plastik berbayar kepada pelaku usaha seperti pusat perbelanjaan (Jar, 2016). Walaupun program pemerintah ini dapat mengurangi timbulan sampah yang semakin meningkat tiap tahunnya, tetapi butuh inovasi kreatif yang didominasi oleh masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Produk ekonomi kreatif ini akan mendukung program pemerintah tahun 2018 yaitu Visit Sumenep 2018. Menurut Kepala Disbudparpora Kabupaten Sumenep, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap beberapa lokasi wisata yang ada di Kabupaten Sumenep, contohnya pantai slopeng, yang berada di Kecamatan Dasuk. Tempat wisata yang dikelilingi oleh pohon kelapa dan gunung pasirnya akan menjadi kawasan mainan di laut. Pantai lombang yang dikenal pasir putihnya dan pohon cemara udangnya ini akan menjadi wisata alam. Pulau Gili Iyang yang kaya akan oksigen, mencapai 20,9 persen akan menjadi wisata kesehatan. Pulau Gili Labak di Kecamatan Talango yang terkenal dengan ekosistem lautnya, akan menjadi wisata alam dan kerajinan (News Madura, 2017). Walaupun pihak Disbudparpora hanya memetakan beberapa daerah saja sebagai kawasan wisata, kawasan lain yang berada disekeliling juga dapat memperlihatkan potensi yang dimiliki.

Hasil analisis baik secara kualitatif maupun kuantitatif yang dilakukan mulai tahap persiapan sampai tahap pelaksanaan, semuanya berjalan lancar. Warga Desa Karanganyar sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi dan pelatihan, hal ini dapat dilihat dari beberapa dokumentasi di bab sebelumnya. Secara kuantitatif pemahaman warga tentang kebersihan lingkungan, prosedur pembuatan miniatur kerapan sapi, dan prosedur pembuatan website secara garis besar ada peningkatan yang cukup signifikan, hal ini dapat dilihat pada hasil analisis yang dijelaskan pada bab sebelumnya baik berupa tabel rekapitulasi kuisioner pra dan pasca sosialisasi/pelatihan maupun pie chart. Adapun rencana selanjutnya yang akan dilaksanakan adalah monitoring dan pendampingan, publikasi media elektronik sebanyak mungkin, dan penyusunan laporan akhir.

References

Badan Pusat Statistik. (2013). Kabupaten Sumenep Dalam Angka 2013. Dipetik 2015, dari http://sumenepkab.bps.go.id
Dwihayyana. (2011, April 30). Berkreasi, Berbudaya, dan Beriman. Dipetik May 17, 2017, dari Letak Geografis Kabupaten Sumenep: http://dwi63.blogspot.co.id/2011/04/letak-geografis-kabupaten-sumenep.html
Jar. (2016, September 15). Suara Indonesia. Dipetik Mei 22, 2017, dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep Akan Berlakukan Plastik Berbayar: http://suaraindonesia-news.com/badan-lingkungan-hidup-kabupaten-sumenep-akan-berlakukan-plastik-berbayar/
KPU Kabupaten Sumenep. (2017, May 08). KPU Kab. Sumenep. Dipetik May 17, 2017, dari Letak Geografis: http://kpud-sumenepkab.go.id/pemilu/letakgeografis/
News Madura. (2017, Maret 10). Newsmadura.com. Dipetik Mei 22, 2017, dari Visit Sumenep 2018; Inilah Pemetaan Lokasi Wisata Di Sumenep: http://newsmadura.com/sumenep/berita-sumenep/visit-sumenep-2018-inilah-pemetaan-lokasi-wisata-di-sumenep/
Published
2018-10-22
Abstract viewed = 539 times
PDF downloaded = 313 times