PEMETAAN KEBUTUHAN TANGKIS LAUT DI WILAYAH DARATAN - KECAMATAN AMBUNTEN, DASUK, DAN BATU PUTIH KABUPATEN SUMENEP
Abstract
Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai lebih dari 3700 pulau dan wilayah pantai sepanjang 80.000 km. Wilayah pantai ini merupakan daerah yang sangat intensif dimanfaatkan untuk kegiatan manusia, seperti sebagai kawasan pusat pemerintahan, pemukiman, industri, pelabuhan, pertambakan, perikanan, pariwisata, dan sebagainya. Oleh sebab itu Pantai Utara Sumenep yang mempunyai potensi sangat besar utamanya di daerah pesisir Kec. Ambunten, Kec. Dasuk, Kec Batu Putih, perlu sekali membutuhkan perlindungan dan perhatian dari pemerintah daerah kabupaten Sumenep agar kondisi alam pesisir pantai stabil bebas dari abrasi atau erosi.
Rancangan penelitian tentang Pemetaan Kebutuhan Tangkis Laut Di Wilayah Daratan Kabupaten Sumenep ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Pemetaan Kebutuhan Tangkis Di Wilayah daratan Kabupaten Sumenep ini didasarkan Abrasi Pantai,Angin,Gelombang,Pasang Surut. Sangat membutuhkan pembangunan Tangkis Laut di daerah pesisir yang mengalami abrasi pantai tersebut.
Berdasarkan hasil analisa Tugas akhir ini didapatkan hasil garis pantai di Kecamatan Ambunten, Dasuk dan Batu Putih disebabkan oleh mengalami terjadinya transpor sedimen pantai sebesar 3296,4766 m3/hari, Angin yang relatif lebih tinggi terjadi dari arah Timur Laut dengan persentase kecepatannya yang diperoleh yaitu 72,5 % dan Tinggi gelombang rencana H berdasarkan perhitungan adalah 4,036 m/d. mengakibatkan masuknya air laut ke penduduk sekitar pesisir dari bibir pantai kedaratan adalah 65.20 M Desa Tambak Agung Tengah ,14.80 M Desa Beluk Ares, Dan 19.22 M Desa Bantelan. Yang terjadi pada saat air laut sedang pasang karena tidak adanya penahan yang baik di lingkungan pemukiman Desa Tambak Agung Tengah, Beluk Ares dan Bantelan. Untuk jenis type bangunan yang digunakan tiga Kecamatan tersebut adalah type groin.
References
Bambang Triatmodjo, 1999.Teknik Pantai. Cet. Pertama. Yogyakarta: Beta Offset.
Bambang Triatmodjo,2009. Teknik Plabuhan. Diterbitkan oleh: Beta Ofset Yogyakarta.
Data Angin, Gelombang, Pasang Surut, Di terbitkan oleh: Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika, Maritim Perak II 97 B Surabaya.
Jonathan, Sarwono. 2006. “Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian”. (online), (http://Bingkaruang.Net-Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian.html, diakses 09 Maret 2016).
Khakim, 2003. Pedoman Penyusun Skripsi Fakultas teknik Universitas Wiraraja Sumenep 2016
Penentuan bobot tingkat kerusakan dan tingkat kepentingan didasarkan pada pembobotan yang dilakukan oleh Litbang PU Pengairan 1993.
Peraturan Permen PU Nomor 09/PRT/M/2010, Tentang Pedoman Pengamatan Pantai.










2.png)
.png)





.png)