Edukasi Penggunaan Tanaman Obat Keluarga untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan di Banjarbaru Kalimantan Selatan

  • Evi Mintowati Kuntorini Prodi Biologi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
  • Abdul Gafur Prodi Biologi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
  • Gunawan Gunawan Prodi Biologi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
  • Liling Triyasmono Prodi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Keywords: Tanaman obat, borneo, swamedikasi, tabat barito, Kalimantan Selatan

Abstract

Pengetahuan terhadap tanaman obat keluarga (TOGA) sangat penting sebagai dasar untuk swamedikasi menggunakan tanaman obat. Kegiatan pengabdian terdiri dari pengenalan jenis tanaman obat, peningkatan ketrampilan pengolahan tanaman obat, dan pengenalan manfaat tanaman obat untuk pengobatan suatu penyakit. Kegiatan pengabdian menggunakan metode penyuluhan, diskusi, dan praktek langsung. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan pengenalan jenis tanaman obat, peningkatan ketrampilan pengolahan tanaman obat, dan pengenalan manfaat tanaman obat untuk pengobatan suatu penyakit berturut turut adalah 90%, 100%, dan 85%. Selain kegiatan penyuluhan, kegiatan ini juga menghasilkan kebun TOGA dengan jumlah tanaman obat 30 jenis.

References

Dalimartha, S. (2000). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Jakarta: Penerbit Trubus Agriwidya.
Duaja M.D., Kartika E., Mukhlis F. (2011). Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Pemberdayaan Wanita dalam Pemanfaatan Pekarangan dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) do Kecamatan Geragai. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, No. 52. Hal 74 – 79.
Habibi, H. (2023). Pengalaman Kultural Mahasiswa Asal Pesisir Sumenep Madura Mengenai Perilaku Membuang Sampah ke Pantai. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(1), 106-114.
Kementerian Kesehatan RI. (2011). 100 Top Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional.
Nurhidayah, I., Hidayati, N. O., & Nuraeni, A. (2019). Revitalisasi posyandu melalui pemberdayaan kader kesehatan. Media Karya Kesehatan, 2(2).
Patola, E. (2018). Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Tanaman Obat Keluarga di Pekarangan. Adi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2).
Prastitasari, H., Prasetyo, A. R., & Jannah, F. (2021). Pelatihan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Kontekstual Lahan Basah Bagi Guru Sd Negeri Pemurus 2 Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Elementary School Journal PGSD FIP UNIMED, 11(3), 266-274.
Reza, J. S., & Bakri, M. B. (2022). Upaya Pemberdayaan Apotek Hidup Dan Pentingnya Tanaman Obat Dalam Menjaga Imunitas Tubuh Selama Pandemi Covid-19. Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat, 2(1), 57-66.
Widyawaruyanti A., Zaini NC, Syafruddin, (2011). Mekanisme dan Aktivitas Antimalaria dari Senyawa Flavonoid yang Diisolasi dari Cempedak (Artocarpus champeden), Jurnal Bina Praja,
Published
2023-09-22
Abstract viewed = 493 times
pdf downloaded = 393 times