STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS MELALUI ASURANSI AGRIBISNIS GUNA MENDUKUNG TERWUJUDNYA MDGs
Abstract
Wajah agribisnis Indonesia dihadapkan pada berbagai masalah, antara lain meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global; terbatasnya ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, lahan dan air; sedikitnya status dan kecilnya luas kepemilikan lahan; lemahnya sistem perbenihan dan perbibitan nasional; keterbatasan akses petani terhadap permodalan dan masih tingginya suku bunga usahatani; lemahnya kapasitas dan kelembagaan petani dan penyuluh. Ekstrimnya perubahan iklim akan berdampak pada kinerja agribisnis secara keseluruhan.
Kondisi demikian makin diperburuk oleh karakteristik produk dan produksi agribisnis yang resiko dan ketidakpastiannya tinggi. Selama lima tahun ke depan (2010-2014), dalam membangun pertanian diIndonesia, Kementerian Pertanian mencanangkan 4 (empat) target utama, yaitu sebagai berikut :
- Pencapaian Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan.
- Peningkatan Diversifikasi Pangan
- Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, dan Ekspor.
- Peningkatan Kesejahteraan Petani.
Untuk itu, salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah dengan membangun lembaga penjamin resiko yakni asuransi sektor agribisnis formal. Prinsip asuransi adalah mempertukarkan resiko dari petani/peternak kepada lembaga penjamin asuransi, sehingga kemungkinan kegagalan produksi/produk dapat diminimalisir dan petani/peternak masih tetap eksis dalam usahataninya. Upaya membangun sistem agribisnis yang kokoh dan kuat perlu didukung oleh lembaga asuransi sektor agribisnis formal, dan dalam pelaksanaannya keterlibatan, keberpihakan, serta subsidi dari pemerintah sangat diharapkan.
Berdasarkan hal yang telah dikemukakan di atas, maka tulisan ini ingin mengetengahkan perlunya asuransi bidang agribisnis untuk dijadikan alternatif solusi strategis dalam menumbuhkembangkan eksistensi agribisnis di tengah lingkungan global strategis. Studi literatur dilakukan untuk menunjang tulisan disertai kajian analisis deskriptif kualitatif dari berbagai pustaka berbasis data sekunder.
References
Nurmanaf, A.R, Sumaryanto, Sri Wahyuni, E. Ariningsih, Y. Supriatna. 2007. Analisis kelayakan dan Perspektif Pengembangan Asuransi Pertanian Pada Usahatani Padi dan Sapi Potong. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta.
Pasaribu, SM., Iwan Setiajie A., Nur Khoiriyah Agustin, EM Lakollo, H. Tarigan, J. Hestina, Y. Supriatna. 2010. Usulan Penelitian Pengembangan Usahatani Padi Untuk Menanggulangi Resiko Kerugian 75 % Akibat Banjir, Kekeringan dan Hama Penyakit. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta.
http://www.bappenas.go.id/node/56/2395/rpjm-2010-2014/
http://www.kemendag.go.id
http://www.deptan.go.id
http://www.kompas.com
http://www.bps.com
Tabloid Berita Resmi Statistik No. 15/03/Th. XIII 1 Maret 2010 Tentang Nilai Ekspor Indonesia.
Badan Pusat Statistik (laporan bulanan data sosial ekonomi edisi 9 bulan Pebruari 2011
Tahlim Sudaryanto dan I Wayan Rusastra (Kebijakan Strategis Usaha Pertanian Dalam Rangka Peningkatan Produksi dan Pengentasan Kemiskinan)
Simatupang, IW Rusastra, Saliem, Supriyati, dan Saptana 2003 Prospek Diversifikasi Usaha Tani di Lahan Sawah : Kasus Empat Kabupaten di Jawa