EFISIENSI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KECAMATAN TALANGO KABUPATEN SUMENEP
Abstract
Rumput laut merupakan salah satu komoditas hasil laut yang penting. Di samping banyak kegunaannya, rumput laut juga sebagai penghasil devisa Negara dengan nilai ekspor yang terus meningkat setiap tahun. Mengingat besarnya potensi wilayah peraiaran Indonesia untuk meningkatkan budidaya rumput laut, maka pemerintah hendaknya berupaya untuk meningkatkan ketrampilan petani dalam hal tehnik budidaya, pengolahan dan pemasaran, dengan sentuhan teknologi ramah lingkungan agar dapat menghasilkan rumput laut yang berkualitas tinggi. Budidaya rumput laut di Indonesia belum dilaksanakan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi budidaya rumput laut di Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. Untuk mengetahui tingkat efisiensi suatu usahatani digunakan R / C (Return Cost) yaitu perbandingan penerimaan dengan total biaya digunakan kriteria sebagai berikut : Jika R / C >1 Suatu Usaha tani dikatakan Efisien, Jika R / C = 1 Suatu usahatani dikatakan tidak untung dan tidak rugi, Jika R / C < 1 Suatu usahatani dikatakan tidak efisien . Berdasarkan hasil analisis pendapatan usaha dan revenue cost ratio (R/C) dapat diinterpretasikan bahwa usaha budidaya rumput laut di Kecamatan Talango efisien untuk diusahakan dengan nilai R/C ratio 2,09.References
Cochran, W.C., 2005, Teknik Penarikan Sampel edisi ketiga, UI Press, Jakarta
Heti, Indriani,., dan Emi Sumiarsih. 2003. Rumput Laut Budi Daya Pengolahan dan Pemasaran. Jakarta. Penebar Swadaya
Khordi, M. Ghufran H. 2010. Kiat Sukses Budidaya Rumput Laut di Laut dan Tambak. Andi. Yogjakarta
Nazir, Moh. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia
Singarimbun, Masri dan Sofian Efendi. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta: PT. Pustaka LP3ES Indonesia
Jurnal Pertanian Cemara allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions.
In most cases, appropriate attribution can be provided by simply citing the original article, for example:
Fatmawati, Ika dan Wahyudi, Didik (2015). POTENSI RUMPUT LAUT DI KABUPATEN SUMENEP. JURNAL PERTANIAN CEMARA, 12(1), 1-18. doi:https://doi.org/10.24929/fp.v12i1.193

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






.png)

3.png)
