PENGARUH REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI
Abstract
Daun salam (syzygiumpolyanthum) merupakan salah satu dari jenis terapi herbal yang digunakan untuk berbagai penyakit salah satunya yaitu untuk menangani penyakit hipertensi,untuk menurunkan hipertensi dibutuhkan 10 lembar daun salam dan 300 ml air lalu direbus hingga mendidih dan menyusut menjadi 200 ml dan dikonsumsi sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore hari, masing-masing 100 ml. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rebusan daun salam dalam menurunkan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja UPT Puskesmas Guluk-Guluk.Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen Pre post test design, dimana pada rancangan ini berupaya mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok eksperimental, dengan sampel sebanyak 30 0rang Pengumpulan data menggunakan observasi tekanan darah langsung dan wawancara ke responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan perlakuan pada responden sebagian besar berada pada stage III sebanyak 22 orang (73,3 %), lalu sebagian kecil berada pada stage IV dengan 2 orang (6,7 %). Setelah dilakukan penelitian menunujukkan sesudah diberikan perlakuan pada responden sebagian besar menempati stage II sebanyak 28 orang (93,3 %), sebagian kecil berada pada stage I hanya 2 orang (6,7 %). Hasil uji T test paried dan uji T test didapatkan nilai signifikan 0.000 yang nilainya lebih kecil dari taraf kesalahan α 0.05. sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada pengaruh air rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Guluk-Guluk Kecamatan Guluk-Guluk.
Daun salam mempunyai kandungan kimia seperti minyak atsiri, sitrat, euganol, tannin serta flavanoid yang dipercaya mampu untuk menurunkan tekanan darah, mekanisme kerja dari daun salam ini yaitu merangsang sekresi cairan empedu sehingga lemak akan keluar bersamaan dengan usus yang kemudian mengurangi gumpalan lemak yang mengendap dalam pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lancar dan tekanan darah akan normal.
References
H Widuri. (2010). Asuhan Keperawatan Pada Lanjut Usia Ditatanan Klinik. Yogyakarta : Fitramaya.
Dalimartha, dkk. (2008). Care You Self Hipertensi, Penebar plus, Jakarta.
Ellisa, dkk (2009). Ilmu Penyakit Dalam Untuk Tenaga Medis.Jakarta: FKUI.
Patricia, dkk (2013). Keperawatan Kritis Pendekatan Asuhan Holistik Edisi 8 Volume 2. Jakarta: EGC
Hardi. (2009). 100 Resep Sembuhkan Hipertensi, Obesitas dan Asam Urat. Jakarta: anggota IKAPI.
Hayens,B,dkk. (2003). Buku Pintar Menaklukkan Hipertensi. Jakarta : Ladang Pustaka.
Depkes RI. (2003). Pedoman Kesehatan Bagi Usia Lanjut.. Jakarta: Direktorat Bina Kesehatan Keluarga
E Nurcayati. (2014). Khasiat Dahsyat Daun Salam. Jakarta: Jendela Sehat
Julianti, E. N. (2005). Bebas Hipertensi dengan Terapi Jus. Jakarta: Puspa Suara.
Lenny, (2008). Ilmu Farmakologi Kesehatan. Jakarta: EGC.
Nisa. (2012). Ajaibnya Terapi Hipertensi Tumpas Penyakit Hipertensi .Jakarta : Dunia Sehat.
Hembing, (2006). Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan Darah Tinggi. Jakarta: Penebar Swadaya.
Dalimartha S. (2008). 36 Resep Tumbuhan Obat untuk Menurunkan Kolesterol. Jakarta: Penebar Swadaya
Muhammadan, (2010). Konsep Penyakit Dalam. Gudang ilmu. Surabaya
Nursalam.(2013). Metodologi Penelitian Ilmu keperawatan : Jakarta : Salemba Medika.
Palmer A, W. B. (2007). Tekanan Darah Tinggi. Jakarta: Erlangga.
Nugroho, (2000). Keperawatan Gerontik Edisi-2. Jakarta: EGC
Bustan M. N, (2007). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta : Rineka Cipta.
Saraswati. (2019). Diet Sehat Untuk Penyakit Asam Urat, Diabetes, Hipertensi dan stroke. Jogjakarta: A Plus Book.
Wiryowidagdo, (2002). Tanaman Obat untuk Penyakit Penyakit Jantung, Darah Tinggi, & Kolesterol. Jakarta: Agromidia Pustaka.
Smeltzer B, (2002). Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Vol 2. Jakarta: EGC
Lelono dkk, (2013). Biossay-guided isolation and identification of antioxidative compounds from the bark of Eugenia polyantha Pakistan journal of biological sciences 16 (16): 812-818.
Julianti E.N, (2005). Bebas hipertensi dengan terapi jus, Jakarta: Puspa Suara
Suddarthat Brunner, (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Ed.8, Jakarta: EGC
Muhammadan, (2010). Konsep Penyakit Dalam.Gedung Ilmu. Surabaya
Nursalam, (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika
Notoatmodjo, (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta




.png)




1.png)




