PENGARUH MUSIK SUARA ALAM TERHADAP TEKANAN DARAH IBU HAMIL DI POLINDES PAGAR BATU KECAMATAN SARONGGI KABUPATEN SUMENEP
Abstract
Hipertensi selama kehamilan dapat berkembang menjadi preeklampsia yang merupakan masalah obstetri diseluruh dunia maupun di Indonesia dan dapat menyebabkan morbiditas maupun mortalitas pada ibu dan bayi. Di Jawa Timur terjadi 535 kasus kematian maternal dengan salah satu penyebabnya adalah eklampsia (25,9%). Hipertensi dapat disebabkan karena adanya tekanan emosional/ stress. Salah satu teknik relaksasi yang dapat dilakukan adalah mendengarkan musik yang tenang. Mendengarkan musik merupakan pilihan alternatif untuk mencapai keadaan relaks sehingga akan mengurangi stres dan depresi yang dialami. Musik akan menstimulasi hipotalamus sehingga akan menghasilkan perasaan tenang yang akan berpengaruh pada produksi endorpin, kortisol serta katekolamin dalam mekanisme pengaturan tekanan darah.
Penelitian ini merupakan penelitian quasy-experiment yaitu non randomized control group pre-post test design. Populasi sebanyak 20 orang dengan jumlah sampel terdiri dari 10 orang kelompok kontrol dan 10 orang kelompok perlakuan. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil di Polindes Pagar Batu Desa Saronggi Kec.Saronggi Sumenep. Analisa data menggunakan uji statistik chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan, lebih dari separuh (55,5 %) tekanan darah pada ibu hamil turun dengan penurunan tekanan darah terbesar hingga 23,4 Mm/Hg. Sedangkan pada kelompok kontrol, lebih dari separuh (66,6 %) tekanan darah pada ibu hamil naik dengan peningkatan tekanan darah terbesar hingga 13,37 Mm/Hg.
Uji statistik didapatkan hasil sebesar 0,029 lebih kecil dari α 0,05, yang berarti ada pengaruh pemberian musik suara alam terhadap tekanan darah ibu hamil.
Diharapkan pada tenaga kesehatan untuk menjelaskan kepada ibu hamil yang mengalami hipertensi bahwa terapi musik sangatlah penting digunakan pada ibu hamil dengan hipertensi karena dapat menurunkan tekanan darah.
Kata kunci : Musik, Hipertensi, Ibu hamil
References
sedang.Purwokerto:Jurusan Keperawatan Universitas Jendral Soedirman.
Brunner & Suddath (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah edisi 8. Jakarta: EGC, hal: 123-137,295-296,379.
Campbell, D. (2002). Efek Mozart, Memanfaatkan Kekuatan Musik Untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan Kreativitas, dan Menyehatkan Tubuh. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hal: 79-89, 159.
Caplan, Louis R. (1999). Hipertensi . New York: Marcel Dekker Inc, hal: 2-60, 529-539.
Djohan (2006).Terapi musik Teori dan Aplikasi Yogyakarta: Galang Press hal: 185 – 191.
Hidayat,Aziz A. (2009).Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analis Data.Jakarta:Salemba medika,hal:82-83
Islam, S (2000). Patogenesis dan Tatalaksana Hipertensi Non Hemoragik. Surabaya: Lab/SMF Ilmu Penyakit Saraf RSUD Dr. Soetomo. Hal 3-5
Isselbacher, et al (2000). Harrison: Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam. Ed 13, vol 15. Jakarta: EGC, hal: 2462-2474.
Misbach, Jusuf (2004).GuidelinesHipertensi .Jakarta:Perdossi.
Nursalam & Pariani, S (2001). Pendekatan Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta: Sagung Seto, hal: 68.
Perry, Anne G. & Potter Patricia A. (2005).Fundamental Keperawatan;konsep,proses dan praktik. Jakarta: EGC, hal: 76-80.
Price, Sylvia A. & Wilson, Lorraine M (1999). Patofisiologi; Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Jakarta: EGC, hal: 901-971.
Simon & Schuster (2003).Fundamental Of Anatomy and Phisiologi.New Jersey:prentice hall inc.




.png)




1.png)




